Saham UNVR (Unilever) yang tidak bergerak, kenapa ya?

Hai teman investingmom.id. Siapa yang tidak kenal dengan perusahaan Unilever Indonesia, Tbk. Nampaknya setiap hari kita terpapar oleh beberapa produk Unilever. Saham Unilever-pun yang banyak digaungkan oleh BEI dengan program kampanyenya Yuk Nabung Saham. Beli saham yang terlihat sehari-hari. Salah satunya, produk yang sering dipakai adalah produk-produknya Unilever.


Sekilas mengenai perusahaan PT Unilever Indonesia, Tbk.



PT Unilever Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembuatan, pemasaran dan distribusi Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Kegiatan bisnis utama Perusahaan terbagi ke dalam dua segmen operasi: Kebutuhan Rumah Tangga dan Perawatan Tubuh yang meliputi produk kosmetik, dan juga produk-produk pembersih rumah tangga dan tubuh seperti deterjen, sabun, sampo, obat gigi, deodoran, dan Makanan dan Minuman, yang meliputi produk-produk makanan dan minuman, seperti es krim, kantong teh, kecap, minuman sari buah, bumbu-bumbu masak dan margarin. Sebagian dari merek utama untuk produk kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh adalah Rinso, Lifebuoy, Clear, Pepsodent, Rexona dan Pond's, Lux, Vaseline, Sunlight, dan lainnya; merek utama untuk produk makanan dan minuman adalah Wall's, SariWangi, Bango, Buavita, Royco, Magnum, Paddle Pop, Feast, dan lain-lain.


Porsi kepemilikan saham saat ini, 84.99% dimiliki oleh Unilever Indonesia Holding B.v. dan sebesar 15.01% oleh publik. Unilever listed di Bursa Efek Indonesia dari tahun 1982.



Unilever awal tahun 2020 melakukan stock split 1:5. Unilever terbilang emiten yang sangat rajin membagikan dividen bagi pemegang sahamnya.


Bagaimana mengenai kinerja Unilever?













Melihat grafik pertumbuhan pendapatan Unilever, tahun 2009 - 2016 masih mengalami kenaikan CAGR is 12.53%. Namun dari tahun 2016 - 2020 pertumbuhan pendapatan Uniliver tergolong relatif stagnan CAGR is 1.41%.













Dengan pendapatan bersihnya, tahun 2018 Unilever sempat menjual salah satu brand mereka yakni BlueBand sehingga pendapatannya meningkat signifikan. Akan tetapi tahun selanjutnya kembali stagnan seperti sebelum tahun 2018.


Valuasi Unilever

Melihat dari sisi valuasinya, price earning rasio. Unilever memang sangat premium, di tahun 2017 mencapai 63-64x yang mana sangat mahal. Sehingga berdasarkan historis kinerja dan juga valuasinya yang sudah cukup mahal di tahun 2016 - 2017. Sangat diwajarkan bila di tahun 2020 dan 2021 harganya menjadi stagnan dan pergerakannya sideway.













Bagaimana dari sisi dividen?

Di tahun 2020 kemarin divide payout ratio Unilever hanya di 20%, sedangkan sebelum-sebelumnya Unilever konsisten memberikan dividen 100%. Dividen Payout rasio adalah rasio dari keuntungan bersih (Net income) yang dibagikan kepada pemegang saham.













Dapat kita simpulkan, mengapa pergerakan saham Unilever kok sideway terus alias tidak banyak perubahan karena:


1. pertumbuhan kinerja yang cenderung stagnan

2. valuasi yang sudah premium PE > 30x, tahun 2016 terbesar

3. dividen yang menurun


Bagaimana Moms, apakah Moms memasukan UNVR dalam portofolio investasi Moms?

Yuk share di kolom komentar.

8 views0 comments